Jakarta – Ricky Nelson akan memulai debut kepelatihannya di Liga 1 saat melawan Persija Jakarta. Dia bicara banyak tentang tim Macan Kemayoran sampai hobi musiknya.

Borneo FC akan menghadapi Persija di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/7/2017) malam WIB. Ini akan jadi perjalanan pertama Ricky sebagai pelatih di Liga 1 setelah ditunjuk menjadi caretaker untuk mengisi kursi pelatih Borneo yang ditinggal Dragan Djukanovic.

Bagi Ricky, pelatih Persija saat ini, Stefano Cugurra Teco, bukanlah sosok yang asing. Pelatih Borneo FC di ajang Piala Presiden itu pernah membantu Teco mencari pemain U-23 saat tim asal ibukota itu masih dimiliki Ferry Paulus.

Ditambah beberapa pilar Persija saat ini merupakan pemain hasil rekomendasinya, tim Persija di LIga 1 saat ini jelas tak asing buat Ricky.

Alasan Ferry meminta Ricky untuk membantu Teco tentu tak lepas dari rekam jejaknya. Ricky diketahui pernah bekerja sebagai pelatih anak-anak muda di Villa 2000 dan juga jadi agen pemain muda.

Ricky pada akhirnya berkelana ke Aceh, Manado, dan Makassar mencari pemain muda untuk tim Macan Kemayoran. Namun, hanya satu pemain yang diambil Teco, yakni M. Rasul Habibi, yang merupakan adik pemain PSM Makassar, M. Rahmat.

“Sebelum ke Borneo, saya talent scouting-nya dia (Teco). Waktu itu Persija butuh pemain U-23 dan dia minta bantuan saya karena tidak kenal pemain di sini. Saya dikenalkan sama Pak Ferry untuk bantu dia. Saya berangkatlah cari pemain ke Aceh, Manado, dan Makassar,” kata Ricky dalam bincang-bincangnya dengan detikSport di Hotel Amaroossa, Bekasi.

“M. Rasul itu hasil talent scouting saya. Dia adiknya M. Rahmat pemain PSM. Abrizal Umanailo juga bekas pemain saya waktu di Villa 2000, saya promosiin dia ke atas. Jadi udah tahu gimana Persija,” beber Ricky.

“Tapi, akhirnya yang diambil Persija cuma Rasul, yang dari Makassar itu. Tadinya saya sodorin juga Aulia Hidayat, tapi mereka nggak mau karena dianggap terlalu muda. Sekarang Aulia masuk timnas U-19 sama T. Noer Fadhil, yang juga hasil talent scouting saya,” katanya.

“Jadi, saya sudah cukup tahu bagaimana mereka. Persija di tangan Teco ini kuat teamwork-nya. Mereka nggak ada yang individunya jago sekali, sama sekali tidak ada. Tapi, teamwork-nya itu yang bagus,” kata pria 37 tahun itu.

Ricky juga mengiyakan sempat diminta untuk menjadi asisten pelatih Teco di Persija usai membawa Boreno FC jadi finalis Piala Presiden Maret lalu. Namun, tawaran itu dia tolak lantaran sudah lebih dulu dipinang Borneo untuk mengembangkan akademi tim.

Meski sibuk dengan urusan sepakbola, Ricky punya kegiatan lain di luar sepakbola. Dia kerap menyempatkan diri untuk pergi nonton film dan konser musik di saat senggang. Untuk hal musik, Ricky mengaku sempat punya band dan menjadi seorang drummer di masa kuliah.

“Nonton film sama nonton konser musik jadi hobi saya. Tapi, saya suka banget musik. Dulu sempat jadi drummer. Punya band juga waktu masih kuliah. Sekarang main musik cuma di gereja aja setiap minggunya,” dia menambahkan.

“Aliran musik yang saya mainin biasanya pop atau rock. Sesekali juga main musik aliran punk kaya Simple Plan. Kalau lokal saya suka musik seperti band Gigi,” kata Ricky lagi.

(cas/cas)


NO COMMENTS