Jakarta – Untuk sementara waktu Ross Barkley mungkin belum bisa main untuk The Blues. Tapi debutnya dengan Si Biru patut ditunggu, khususnya mengenai posisi mainnya nanti.

Pemain 24 tahun itu resmi direkrut The Blues dari Everton dengan transfer 15 juta pound sterling pada bursa transfer musim dingin. Musim ini sendiri Barkley belum bermain karena cedera.

Akibat hal itu pula Barkley kini masih harus menajamkan tingkat kebugaran. Atas alasan inilah belum dapat dipastikan kapan kira-kira pencatat 22 caps timnas Inggris itu akan menjalani debut dengan The Blues.

Dalam kariernya sejauh ini, Barkley dikenal sebagai pemain yang bisa memainkan sejumlah peranan di lini tengah. Hal ini membuat tak sedikit yang mulai menduga-duga di mana ia nanti akan dimainkan Antonio Conte.

Sudah umum diketahui kalau Conte kini lazim menggunakan skema dengan tiga bek. Sedikit variasi baru terlihat ketika menilik racikan bidang tengah.

Pada dasarnya Conte beberapa kali menurunkan skema 3-4-2-1. Kali lain ia menggunakan variasi 3-5-1-1. Kedua skema itu sudah ia gunakan bergantian dalam beberapa kesempatan berbeda, bergantung pada situasi dan kondisi.

Bahkan pada dua pertandingan terakhir The Blues di Premier League, lawan Stoke City dan The Gunner, Conte menerapkan kedua skema berbeda tersebut.

Ketika unggul 5-0 atas Stoke, trio Antonio Ruediger, Gary Cahill, dan Cesar Azpilicueta dipagari oleh Danny Drinkwater dan N’Golo Kante yang bermain ke dalam, sedangkan Marcos Alonso dan Victor Moses berperan maju-mundur sebagai bek-bek sayap. Sementara itu Pedro Rodriguez dan Willian ditugaskan untuk menopang Alvaro Morata sebagai ujung tombak. Sebuah 3-4-2-1.

Saat berimbang 2-2 lawan The Gunner, trio Cahill, Andreas Christensen, dan Azpilicueta bersiaga di belakang lima pemain tengah (Alonso, Cesc Fabregas, Kante, Tiemoue Bakayoko, dan Moses). Eden Hazard lalu menyokong tepat di belakang Morata. Sebuah 3-5-1-1.

Formasi 3-5-1-1 ini sendiri terlihat mengurangi daya ofensif The Blues jika melihat jumlah di lini serang. Tapi ada utak-atik tersendiri dari Conte; Fabregas (atau pemain lain di bidang kiri tengah) justru bergerak condong ke kiri untuk mengisi posisi Alonso yang dibiarkan bermain lebih ke depan. Patut diingat utak-atik ini membuat Alonso mencetak gol yang membuat skor jadi 2-2.

Lantas di mana kira-kira Barkley akan dimankan? Sekali lagi, sejauh ini Barkley terlihat mampu memerankan sejumlah peranan di lini tengah.

Hal itu pula yang membuat Roberto Martinez sempat menyebutnya sebagai campuran Paul Gascoigne dan Michael Ballack semasa masih memanajeri Everton di tahun 2013, atau saat Xavi Martinez menyanjung Barkley dengan mengatakan ia punya kemampuan untuk main di Barca dalam sebuah wawancara pada November 2014 silam. Ini tentu bikin debut Barkley kian dinantikan.

“Saya penasaran melihat di mana posisi bermainnya karena ia akan ingin mencetak gol,” ucap Dennis Wise, mantan pemain tengah The Blues, dalam acara The Debate di Sky Sports.

“Apa ia akan main di samping Kante atau di posisi lebih melebar, saya penasaran melihat di mana posisinya bermain dalam pertandingan pertamanya. Jika ia bisa diberikan instruksi yang tepat, ia memiliki bakat untuk membuat peluang-peluang di lapangan,” tuturnya.

(krs/nds)


NO COMMENTS